Lebaran Bertepatan Musim Kemarau, Petani Waspadai Dampak Kekeringan

Ilustrasi Petani di Lahan Pertanian (Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 9 Mei 2020 | 16:00 WIB

SariAgri - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ramadan tahun ini bersamaan dengan pancaroba.

Sedangkan Hari Raya Idul Fitri, diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Hal ini seiring peralihan angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

"Berdasarkan hasil olah data dan luaran model prediksi, serta mencermati dinamika atmosfer dan lautan, Ramadan saat ini mulai masuk pancaroba," ujar Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Tretes, Pasuruan, Suwarto.

Perubahan cuaca ini akan terus terjadi. Hingga pada Lebaran nanti sudah memasuki awal kemarau.

"Lebaran nanti bisa diperkirakan mulai awal masuk musim kemarau. Puncaknya terjadi pada Agustus, selebihnya pada September mendatang," jelasnya kepada SariAgri.

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 17 % diprediksi akan mengawali musim kemarau pada pertengahan bulan Mei 2020 yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

Wilayah lainnya sebanyak 38,3 % diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada akhir bulan Mei 2020 meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi.

Sementara 27,5 % di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau pada Juni.

"Musim kemarau tahun 2020 ini secara umum diprediksi lebih basah dari musim kemarau tahun 2019," katanya.

Pada musim kemarau ini, petani diharapkan bisa melakukan langkah-langkah antisipasi dampak kekeringan dan munculnya serangan hama.

Oleh karena itu, petani sedini mungkin menyiapkan irigasi dan mengubah pola tanam dengan memilih tanaman yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim.

Walau begitu ada 30 persen ZOM yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering dari normalnya.

Adapun puncak musim kemarau di sebagian besar daerah ZOM diprediksi akan terjadi pada Agustus 2020.

Suwarto mengingatkan peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya.

Baca Juga: Lebaran Bertepatan Musim Kemarau, Petani Waspadai Dampak Kekeringan
Memasuki Ramadan, Harga Gula Di Jepara Melambung

Daerahnya mencakup sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah dan utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara.

Hingga pertengahan Mei 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di dua Samudera, yaitu Samudera Pasifik Ekuator dan Samudera Hindia, menunjukkan tidak terdapat indikasi akan munculnya anomali iklim El Nino atau La Nina. (Arief L/ SariAgri Jawa Timur)

Video Terkait