Laporan Khusus: Sorgum, Surga Harta Karun RI di Lahan Kering

Sorgum, Harga Karun RI di Lahan Kering (Sariagri/ Faisal Fadly)

Editor: Dera - Jumat, 16 September 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Krisis pangan global kian mencekam lantaran kacaunya perekonomian dunia. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya invasi Rusia ke Ukraina, perubahan iklim serta pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya pulih.  

Negara-negara di dunia pun mulai mulai ketar-ketir, begitu pun dengan Indonesia. Sebuah negara harus mengamankan ketahanan pangan nasional agar mampu menyelamatkan rakyatnya dari ancaman kelaparan. 

Indonesia pun berupaya untuk mengatasi hal tersebut dengan melihat peluang pada tanaman sorgum. Ya, tanaman dengan nama ilmiah Sorghum bicolor. (L.) Moench ini dahulu mungkin dipandang sebelah mata. Namun kini, sorgum justru digadang-gadang sebagai sumber pangan alternatif masa depan. 

Sorgum, Sumber Pangan Masa Depan

Kegunaan Sorgum (Sariagri/ Faisal Fadly)
Kegunaan Sorgum (Sariagri/ Faisal Fadly)

Tumbuh di lahan kering, sorgum seakan menjadi 'harta karun' baru bagi Indonesia. Tanaman emas ini dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Melihat potensi yang sangat besar, Presiden Joko Widodo pun langsung memerintahkan jajarannya untuk menyusun road map pertanian sorgum di Indonesia. 

Kepala negara menilai sorgum tak hanya bisa mengamankan ketahanan pangan, tapi juga bisa menjadi sumber devisa.  Jokowi mengajak para pengusaha maupun masyarakat untuk melihat peluang dengan mengembangkan sorgum sebagai salah satu makanan alternatif masa depan.

"Dalam kondisi sesulit apa pun pasti ada peluang, yang bisa menggunakan peluang itu adalah 'entrepreneur,' wirausahawan bapak ibu sekalian, tidak ada yang lain. Ada krisis pangan, ya berarti peluangnya di pangan, jualan pangan paling cepat sekarang." ungkap Presiden saat memberikan pengarahan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

"Saya ajak bapak ibu sekalian misalnya di NTT, ada KADIN, tanam sorgum. NTT adalah tempatnya sorgum, sangat subur sekali, dan 'visible' nggak usah ribuan hektare coba saja 10 hektare. Bener nggak sih presiden ini ngomong bener nggak? Dihitung, masuk kalkulasi tanam sebanyak-banyaknya itu nanti dipakai untuk campuran gandum," tambahnya. 

Pernyataan Presiden Joko Widodo Soal Sorgum (Sariagri/Faisal)
Pernyataan Presiden Joko Widodo Soal Sorgum (Sariagri/Faisal)

Peluang Sorgum di Pasar Global 

Keistimewaan sorgum tumbuh subur di lahan-lahan kering bisa menjadi subtitusi untuk menghasilkan bahan pangan pengganti gandum. 

"Kalau kita 100 persen bergantung pada gandum tentu saja pemborosan devisa luar biasa, itu juga membangun ketahanan pangan yang rapuh. Negara pengekspor gandum ke Indonesia ketika situasinya tidak memungkinkan menghentikan ekspor gandum maka kita akan menjadi kerepotan penyediaan sumber tersebut, sehingga jika kita bisa kembangkan sorgum di Indonesia itu akan menjadi salah satu solusi terbaik," ujar Pakar Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Totok Agung Dwi Haryanto saat dihubungi Sariagri

Selain untuk mensubtitusi gandum, sorgum juga bisa digunakan sebagai sumber bahan pakan untuk ternak, di mana selama ini kondisinya seringkali karena bergantung pada jagung atau impor kedelai, sehingga bisa membantu sebagai sumber pakan bagi ternak.

"Hemat saya, pengembangan sorgum adalah salah satu solusi yang sangat baik untuk antisipasi situasi kondisi internasional yang tidak memungkinkan lagi untuk kita impor gandum secara besar. Justru kebalikannya, ini momen baik bagi bangsa Indonesia untuk menata kembali kebijakan impor gandum dari luar negeri," ujar Totok saat melihat peluang sorgum.

Data realisasi dan Estimasi Produksi Sorgum Indonesia (Sariagri/ Faisal Fadly)
Data realisasi dan Estimasi Produksi Sorgum Indonesia (Sariagri/ Faisal Fadly)

Petani Ogah Tanam Sorgum?

Meski memiliki potensi besar di pasar global, namun mengembangkan sorgum ternyata bukanlah hal mudah. Kepala Pusat Pusat Pengkajian Dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI) Muhammad Qomarunnajmi menyampaikan, industri sorgum hingga saat ini belum banyak dikembangkan, lantaran keengganan petani menanam sorgum.

"Petani berharap ada regulasi jaminan harga, fasilitas untuk produksi, penyediaan bibit dan akses modal termasuk pendampingan teknis. Kemudian penguatan kelembagaan petani supaya punya kemampuan produksi dan distribusi," jelas Qomarunnajmi kepada Sariagri. 

Sederet tantangan lain juga harus dihadapi petani. Mulai dari ketersediaan benih, kurangnya sosialisasi ke petani, kebijakan daerah yang dapat memfasilitasi petani dalam hal pendampingan, promosi, penyediaan pupuk serta sarana produksi lainnya.

Tantangan terakhir petani adalah hasil panen yang belum tentu terserap dengan baik. Oleh karena itu, industri dengan bahan baku gandum wajib diajak bekerjasama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa sorgum yang ditanam petani itu bisa ditampung seluruhnya.

Tantangan Industri Sorgum

Guna memastikan hasil panen sorgum milik petani terserap dengan baik, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan pihaknya kini sudah mulai mengumpulkan para offtaker sorgum. Adapun beberapa offtaker tersebar di Sumatera, Jawa, NTB, NTT, Sulawesi, serta Kalimantan.

"Salah satu offtaker di Jawa Timur saat ini sudah mengembangkan sorgum dan mengolah beberapa produk turunan dan siap menyerap hasil panen dari petani," ujar Suwandi kepada Sariagri, Kamis (16/9).

Terkait ekspor, pihaknya menyebut sorgum belum diarahkan untuk di pasok ke luar negeri tapi baru sebagai alternatif pangan lokal. Namun tidak menutup kemungkinan jika kelak kebutuhan dalam negeri terpenuhi,  Indonesia nantinya bisa ekspor sorgum. 

Tahun ini, Kementan menargetkan penanaman sorgum seluas 4.600 hektare (ha), sehingga estimasi produksinya sebesar 15.033 ton. Sementara untuk pengembangan sorgum tahun 2023, Kementan mengusulkan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) seluas 100.000 ha dan kegiatan regular 15.000 ha, dengan target produksi sebesar 444.084 ton.

Sementara itu dari sisi hilir, Kementerian Perindustrian juga tengah menyiapkan pabrik industri sorgum untuk pengolahannya. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan hingga kini produksi sorgum belum banyak, sehingga industri belum bisa menyerap secara maksimal.

Baca Juga: Laporan Khusus: Sorgum, Surga Harta Karun RI di Lahan Kering
3 Jurus Jitu Indonesia Hadapi Krisis Pangan Global

"Kalau sorgum ini sesuai dengan perkembangannya, kalau sekarang kan belum banyak. Ini (produksi sorgum) sudah ada beberapa yang tumbuh, terutama di industri menengah dan kecil. Jadi kalau kebutuhan terpenuhi mungkin nanti kita coba matchmaking-an dengan industri besar," kata Juli saat ditemui di Acara Agri-Food Tech Expo Asia di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Sebagai negara agraris, sudah sepatutnya Indonesia bergerak cepat dalam melihat peluang sorgum sebagai sumber pangan masa depan. Jika pemerintah berhasil mengembangkan tanaman emas ini, maka bukan tak mungkin Indonesia bisa menjadi negara produsen sorgum terbesar di dunia. 

Tim Laporan Khusus:

Rashif Usman

Faisal Fadly

Video Terkait