Kemarau Telah Tiba, Petani Jamblang Asal Lamongan Bersiap Raup Untung

Buah jamblang asal Lamongan (SariAgri/Arief L)

Editor: Arya Pandora - Kamis, 14 Mei 2020 | 11:45 WIB

SariAgri -  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan menghadapi kemarau panjang tahun ini. Sejumlah kelompok tani mengantisipasi prediksi BMKG, karena sektor pertanian adalah diantara yang terancam bila terjadi kemarau panjang. 

Tapi tidak bagi kelompok tani tanaman buah Jamblang asal Lamongan. Karena salah satu jenis tanaman buah, yang meraup untung saat musim kemarau panjang adalah jamblang atau duwet.

Tanaman buah yang masuk dalam suku jambu jambuan (Myrtaceae) dengan nama latin Syzygium cumini, justru tumbuh subur dan berbuah lebat di musim kemarau.

Dari pantauan SariAgri, pada musim kemarau tahun lalu, Dusun Sumberjo Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Jawa Timur, merupakan salah satu sentra penghasil buah jamblang terbesar.

Karena terkenal panen melimpah buah jamblang saat kemarau, di kawasan ini bahkan didirikan wisata petik buah jamblang. Pengunjung saat datang ke lokasi ini, bisa dengan bebas memanjat dan memetik sendiri buah jamblang masak langsung dari pohonnya.

Karena itu, tak heran jika musim kemarau yang sebentar lagi datang, bakal disambut suka cita oleh warga desa ini. Pasalnya, meski kondisi cuaca panas, ratusan pohon jamblang justru berbuah lebat. 

Selain bisa memetik sendiri, para konsumen juga dengan mudah menjumpai pemilik pohon buah jamblang yang sengaja menyediakan lapak tepat di bawah pohon jamblang miliknya.

Salah satu pemilik kebun buah jamblang yakni Wiwid, yang mengaku siap menyambut musim kemarau tahun ini dengan gembira. Setiap tahun saat kemarau, Wiwid bisa mendapatkan keuntungan dari menjual buah jamblang antara Rp 2 juta Rp 3 juta.

“Siap mas, kemarau mau datang hari ini atau besok tidak ada masalah. Justru senang saya, memang ini yang saya tunggu. Sekarang sudah banyak bunga buahnya, bentar lagi masak pohon dan siap dipanen buah jamblang punya saya, “ paparnya dengan logat Madura.

Satu bungkus plastik, buah jamblang masak dijual seharga Rp 10.000, sedangkan 1 kilogram (kg) dihargai Rp 20.000 dan jika pelanggan berniat membeli 1 keranjang besar bisa mendapat harga murah, dikisaran Rp 50.000.

Umumnya konsumen buah jamblang yang datang paling banyak di akhir pekan. Pengunjung rata-rata datang dari sekitar lamongan dan kota besar lainnya di Jawa Timur, seperti Gresik, Surabaya, Kediri hingga Jombang.

Petani memetik buah jamblang (SariAgri/Arief L)

Buah jamblang masak pohon ditandai dengan bentuk bulat padat sedikit lonjong dan warna kulitnya hitam mengkilat. Rasanya jika sudah masak manis sedikit masam. Namun jika kemerahan akan lebih banyak masamnya.

Baca Juga: Kemarau Telah Tiba, Petani Jamblang Asal Lamongan Bersiap Raup Untung
Petani Mengeluh Harga Tomat Justru Anjlok Saat Musim Panen Raya

“Tergantung pembeli, ada yang suka celeng (hitam) rasanya manis sedikit masam. Tapi banyak juga yang gemar mengambil warna merah ungu rasanya banyak masam gurih, “ pungkasnya sambil menyodorkan sebungkus plastik buah jamblang kepada SariAgri.

Buah jamblang, imbuh Wiwid, memiliki banyak manfaat bagi tubuh sumber energi sehingga tidak terserang corona, merangsang pembentukan sel darah merah, menguatkan tulang dan gigi hingga meningkatkan kesehatan jantung. (Arief L/ SariAgri Jawa Timur)

Video Terkait