Hanya di Negara Ini, Petani Bakal Dapat Dana Pensiun Rp1 Miliar

Ilustrasi pertanian di Inggris. (Pixabay/ Nick Stafford)

Editor: Dera - Jumat, 21 Mei 2021 | 07:00 WIB

SariAgri - Sektor pertanian sebenarnya merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah negara. Namun sayangnya, dunia pertanian masih kurang diminati generasi milenial. 

Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Inggris akan memberikan dana pensiun bagi para petani yang telah memasuki usia tua dan segera membawa tenaga muda untuk mengisi sektor tersebut.

Petani yang pensiun rata-rata akan menerima pembayaran sekaligus sebesar £ 50.000 (sekitar Rp1 miliar), dengan batas maksimal sebesar £ 100.000 (sekitar Rp2 miliar) untuk petani yang memiliki sebagian besar lahan.

Program ini merupakan bagian dari program hibah pertanian agar petani lebih melindungi lingkungan. Sekretaris Lingkungan, George Eustice, menyebut beberapa petani berusia tua menolak penerapan “metode hijau” terbaru.

Saat ini, di bawah sistem Uni Eropa yang lama, para petani menerima hibah berdasarkan jumlah lahan yang mereka tanam. Rata-rata petani menerima sekitar £ 21.000 (sekitar Rp426 juta) dalam bentuk hibah, meskipun mereka memiliki tanah dalam jumlah besar.

Para petani di Wales diharapkan mendapatkan keuntungan dari skema yang direncanakan Inggris. Namun, rencana di Skotlandia dan Irlandia Utara akan berbeda.

Eustice mengatakan bahwa sistem hibah Uni Eropa mendorong beberapa petani untuk tidak mengambil risiko dan mempertahankan tanah mereka untuk mengumpulkan subsidi.

Dalam Konferensi Pertanian Oxford pada awal tahun ini, Eustice menyebut beberapa petani veteran "menghalangi perubahan" dan bergeser kepada subsidi negara.

“Saya memahami beban harapan yang ada, untuk setia melanjutkan tradisi keluarga (bertani) dan bagaimana pun hal ini terkadang menghalangi perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eustice mengatakan bahwa perspektif baru dapat membuat dunia berbeda. Menurutnya, pendatang baru adalah sumber kehidupan bagi industri yang dinamis, termasuk bagi sektor pertanian.

Di mana sekitar 4 dari 10 petani di Inggris berusia di atas 65 tahun dengan usia rata-rata adalah 59 tahun.

Asosiasi Petani Penyewa meminta pendapat dari 360 petani, kemudian melaporkan tiga perempat dari mereka sangat tertarik dengan skema pensiun baru yang tengah diusulkan.

Kepala eksekutif asosiasi tersebut, George Dunn, mengatakan kepada BBC News bahwa dia mendukung rencana pembayaran sekaligus untuk petani. Namun, Dunn memperingatkan bahwa Pemerintah Inggris harus membuat prosedur yang mudah dalam pelaksanaan skema tersebut.

“Untuk orang-orang dengan kepemilikan yang lebih besar, itu tidak akan terlalu menarik tetapi banyak pemilik-penghuni mungkin menganggapnya menarik,” jelas Dunn.

Anggaran sekitar £ 3 miliar (sekitar Rp61 triliun) dibayarkan sebagai subsidi negara kepada para petani Inggris setiap tahun. Skema anggaran itu akan dihapus, meskipun diperkirakan 61% pendapatan pertanian berasal dari subsidi.

Baca Juga: Hanya di Negara Ini, Petani Bakal Dapat Dana Pensiun Rp1 Miliar
Lagi, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Kawat Listrik Jebakan Hama Tikus

Di bawah skema baru pasca-Brexit, hibah akan digunakan untuk memberi insentif pada apa yang disebut "barang publik" seperti melindungi pasokan air, menahan air banjir di darat, menangkap karbon di tanah dan pohon, serta meningkatkan kehidupan liar.

Pemerintah Inggris percaya bahwa petani muda akan lebih terbuka terhadap ide-ide baru yang ramah lingkungan dan cenderung mencari penghasilan dengan melakukan diversifikasi ke bisnis lain seperti membangun perkemahan atau glamping (perkemahan modern).

Video Terkait